Melihat Kehebatan Dalam Diri Orang Lain

“The test of leadership is not to put greatness into humanity, but to elicit it, for the greatness is already there.” -James Buchanan

“Tantangan dalam kepemimpinan adalah bukan menjadikan seseorang hebat, tetapi untuk mengeluarkan kehebatan itu, karena kehebatan itu sendiri sudah ada pada diri orang tersebut.”

Apa yang kita percayai tentang tim kita akan secara langsung mempengaruhi cara kita memimpin mereka. Sayangnya, banyak pemimpin percaya akan hal-hal terburuk tentang tim mereka. Mereka dengan mudah menemukan, menyoroti, dan bahkan mengkritik kelemahan atau kegagalan tim merka, tetapi memiliki kesulitan dalam melihat hal-hal positif dan potensi tim.

Masalah ini bukanlah suatu hal baru. Banyak orang sukses yang diremehkan oleh orang-orang yang mudah mengkritik dan tidak melihat potensi mereka :

  1. Thomas Edison, penemu bola lampu pernah dikatakan oleh gurunya bahwa “dia terlalu bodoh untuk belajar apapun”.
  2. Harrison Ford, aktor hollywood yang sukses, pernah dikatakan oleh eksekutif perfilman di awal karirnya bahwa dia “tidak memiliki apa yang diperlukan untuk menjadi seorang bintang”.
  3. Elvis Presley, “the king of rock and roll”, Pernah dipecat oleh managernya setelah melakukan sebuah pertunjukan, dan managernya berkata, “kamu tiddak akan berhasil, sebaiknya kamu kembali menjadi supir truck”.
  4. Michael Jordan, adalah salah satu pemain basket terhebat sepanjang masa, tidak dipilih untuk masuk ke dalam tim oleh pelatih SMAnya di tahun pertama.

Melihat kehebatan didalam diri orang lain tidak berawal dari kemampuan kita mengevaluasi orang lain, akan tetapi berawal dari asumsi dasar dan kepercayaan kita tentang manusia secara keseluruhan. Para pemimpin yang mampu melihat kelebihan dalam diri orang lain dan mampu meng-coach mereka supaya kelebihan itu dapat muncul, biasanya adalah mereka yang benar-benar percaya bahwa setiap orang adalah individu yang memiliki kemampuan dan keunikan yang berpotensi untuk meraih kesuksesan. Jasmes Buchanan berkata, “ujian dalam kepemimpinan adalah bukan menjadikan seseorang hebat, tetapi untuk mengeluarkan kehebatan itu, karena kehebatan itu sendiri sudah ada pada diri orang tersebut”.

Hal ini bukan berarti kita menjadi buta akan kelemahan dan keterbatsan orang lain. Kita semua adalah individu yang unik dengan kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda, keterbatasan yang berbeda, dan sebuah panggilan hidup yang berbeda. Tetapi para pemimpin yang mampu memimpin dan meng-coach orang lain secara efektif supaya orang tersebut menyadari akan kemampuannya adalah para pemimpin yang percaya bahwa orang lain memiliki kelebihan dan potensi dalam diri mereka. Dari keyakinan ini, mereka dapat mengidentifikasi potensi orang lain dan kemudian menolong dengan cara meng-coach supaya potensi itu bisa berkembang.

Apa yang anda percayai tentang anggota tim anda? Apakah anda lebih cepat mengkritik dan menunjukan kelemahan mereka, atau anda adalaj seseorang yang percaya bahwa tim anda memiliki sesuatu yang hebat di dalam diri mereka, walaupun terkadang sulit untuk melihatnya?

Leadership Challange : Katakanlah sesuatu yang membesarkan hati seseorang dalam tim anda hari ini, suatu hal positif yang anda lihat dalam diri mereka.

 

top